01 / Morfologi

Ciri dan struktur

Tubuh buah liat, umumnya menempel langsung pada kayu atau memiliki tangkai samping yang sangat pendek. Permukaan atas abu-abu hingga kecokelatan tertutup rambut. Lamela tersusun radial, berjauhan, dan terbelah; warnanya dapat merah muda kecokelatan atau abu-abu gelap.

Rujukan: [1]

Pengukuran belum dihimpun sebagai data terstruktur pada profil ini.

02 / Kehidupan

Habitat dan peran ekologis

Rekaman Biota NZ menempatkannya pada batang, cabang, tunggul, sisa penebangan, dan kayu yang telah dikerjakan. Ia mampu memanfaatkan komponen kayu; penelitian Roc1 menguji pengaturan gen pengurai selulosa pada spesies ini. Catatan pada luka pohon menunjukkan bahwa hubungan dengan tumbuhan tidak selalu terbatas pada kayu yang sudah mati.

Rujukan: [1][2]

Habitat atau konteks temuan
Kayu mati di kawasan hutan; Sisa penebangan dan kayu yang telah dikerjakan
Substrat
Batang dan cabang kayu; Tunggul dan serpihan kayu
Peran atau konteks
Pengurai
Temukan hubungan serupa
03 / Siklus hidup

Reproduksi

Basidiospora dihasilkan pada permukaan subur lamela. Deskripsi takson mencatat spora hialin, berdinding halus, dan berbentuk lonjong sempit hingga silindris.

Rujukan: [1]

Sinonim menurut acuan taksonomi rilis: Agaricus alneus; Agaricus multifidus; Agaricus villosocanescens; Apus alneus; Daedalea communis; Hyponevris alneus; Merulius alneus; Merulius communis; Pleuropus alneus; Scaphophoeum agaricoides; Scaphophorum agaricoides; Schizophyllum alneum; Schizophyllum alneum f. radiatum; Schizophyllum alneum var. multifida; Schizophyllum commune f. stipitatum; Schizophyllum commune var. longii; Schizophyllum commune var. multifidum; Schizophyllum commune var. palmatum; Schizophyllum multifidum; Schizophyllum multifidum var. digitatum
04 / Batas informasi

Catatan identitas dan cakupan

  • Lamela terbelah merupakan ciri yang perlu dilihat dari sisi bawah tubuh buah.
  • Rekaman pada pohon hidup tidak boleh ditafsirkan sebagai bukti mikoriza.

Catatan distribusi dalam narasi mengikuti sumbernya. Dokumentasi spesimen atau foto mengikuti catatan sumber. Bukti wilayah Indonesia dan penilaian konservasi tidak disimpulkan dari gambar.

05 / Dokumentasi

Melihat dengan konteks

Tubuh buah yang diberi identitas Schizophyllum commune oleh Bernard Spragg. NZ, 14 Maret 2017. Foto tidak membedakan anggota kriptik kompleks spesies tanpa bukti tambahan.

Jenis
Fotografi
Kredit
Bernard Spragg. NZ
Lisensi
CC0 1.0
Sumber media
Buka entri sumber

Gambar menunjukkan objek menurut identifikasi sumber, bukan verifikasi independen spesimen oleh Fungi. Tidak ada skala baru yang ditambahkan.

06 / Rujukan

Sumber profil

  1. [1] Schizophyllum commune — Biota of New Zealand (Manaaki Whenua)Bagian diperiksa: Nomenclature; Classification; Descriptions → Gadgil et al. (2005), Massee (1899), Stevenson (1964): Description dan Habitat
    Pemeriksaan editorial: 2026-10-12
  2. [2] The Transcription Factor Roc1 Is a Key Regulator of Cellulose Degradation in the Wood-Decaying Mushroom Schizophyllum commune — Marian et al. (2022)Bagian diperiksa: Abstract; penelitian regulasi enzim degradasi selulosa
    Pemeriksaan editorial: 2026-10-12
  3. [3] Catalogue of Life Base2026-09-11 — Schizophyllum communeBagian diperiksa: ColDP NameUsage.tsv, ID 79WX9; source 2073; accepted species, Kingdom Fungi
    Pemeriksaan editorial: 2026-10-12

Rujukan halaman ini

Fungi. Schizophyllum commune. Rilis data fungi-2026-10-12-expansion-2. https://fungi-atlas.mgadib.chatgpt.site/jamur/schizophyllum-commune/.

Status: profil kurasi editorial. Untuk klaim biologis, gunakan rujukan pada bagian terkait dan periksa konteks sumber aslinya.